Hari itu adalah kaca
Cermin dari ruang peka
Dalam waktu tanpa ilusi
Menatap penuh pada kejelasan
Ruang yang terus bertambah pengap ini
Tiada toleransi walau sebiji
Hanya mampu tuk jelajahi waktu
Yang terus memandu pilu
Mandeg tanpa denting
Menunggu lampaui batasan waktu
Pada guncangan rana kehidupan
menopang butiran rasa yang terpendam
Mampukah mata ini menatap
Tatkala banyak hal terungkap
Dan terus meminta jawab
Pada angka-angka tepat.
Butiran – butiran kasih
Butiran – butiran cinta
Menguap ataukah merapat
Terhambur ataukah membaur
Evidensi perjalanan yang aman
Mampu menepis segala keraguan
Melirikpun tanpa intrik, berbisikpun tanpa sirik
Terindahkan senyaman berayun dalam keyakinan
by. af futhaki; Jakarta, 15 Januari 2010






0 komentar:
Posting Komentar