Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

CERMIN DI TROTOAR

   Langkah zig zag pada jalan berukur


satu dua meter lajur membentang panjang
diatas susunan paving segi enam
setiakan ribuan yang lain berjalan bergantian

kelelahan ini sejenak mengkontemplasikan diri
pada rundung kegalauan yang mendalam.., seketika itu
aku seperti melihat ratusan kilatan menawarkan
ruang keindahan dalam setiap helaian nafas.

mereka dan arah masa depan
kemana kan temukan jalan terbaik 
pada setiap langkah yang bergulat debu
dalam kerasnya lantai trotoar, disambut terik matahari

mobil mewah bergantian lalu lalang
gelandangan pengemispun tak mau kalah 
dengan arus kesibukan
para cukong dan perampok negeri

satu sisi mencari koin penyambung hidup
disisi lain sibuk mengoleksi dolar
dengan dalih persempit laju inflasi
mencari kenyaman sampai generasi ke tujuh

rasa sosial dan perhatian negeri tercermin dari trotoar
kepada mereka para pengemis jalanan
meluapkan segala hipotesa tentang keserakahan manusia
yang terus memerahkan mata kumuh mereka
dalam pikiran dan kegalauan seorang manusia

aku ingin negeriku bersih dari kesenggangan sosial
aku ingin negeriku tegas mensikapi semua mediokritas kehidupan
dimana fakir miskin dan anak yatim, anak-anak terlantar adalah 
tanggung jawab negara.., karena indonesiaku aku yakin mampu

pertegaslah hukuman bagi mereka para perampok negara
bukan demi siapa
tapi demi keadilan bangsa Indonesia
disini, di trotoar aku bicara sebagai rakyat Indonesia

af futhaki; Jakarta, 15 Januari 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar