Mutiaraku tergantung indah
Diatas kelopak penuh warna
Sebiduk menghalau namun tiada rebah
Berlinangkan bahagia akan kisah asmara
Kujatuhkan sudah semua angan ini, tanpa keputus-asaan
Kutampakan jelas pada siulan
Berpetuah menguap berakar tanpa sela
Jujur aku hanya bisa bercerita mengenang merdu damaikan jiwa
Widya panca pesona
Kenapa kau riuhkan hasrat para pujangga
Yang sedang ragu mengusap paceklik rasa
Kembali bergairah diuntai hasutan gita cinta
Widya panca pesona
Aku sudah pernah terombang-ambing
Menghirup semua aroma
Pada wewangian kearifan sepi
Jangan kau tampakkan wujud kesemuan
Seiring hilangnya panca pesonamu
Tapi gantilah dengan ikatan yang semakin kuat
Menggeliat membimbing titik trauma kegalauan jiwa
Kuungkap sudah semua danau kisah lama
Dalam endapan butiran air mata ini
Aku rela bertasbih khusuk diatas bukit penyesalan
Berharap hembusan aura cinta yang terus berkelindan
WIDYA PANCA PESONA
13.47 |
Comments(0)
LAGU PARA PENCARI
13.44 |
Putera – puteri ibu pertiwi
Mengumandangkan Lagu Indonesi Raya
Tanda 65 Tahun sudah Negeriku refleksikan kemerdekaannya
Kebisuan seakan bersuara
Lebih nyaring diantara teriakan-teriakan
Yang menggempur kekosongan Pandangan
Yang matipun seolah hidup kembali, menampakkan kobarannya
Semangat dan jasanya pada negeri
Suara para pencari, suara putera - puteri ibu pertiwi
Menanyakan; Apakah arti kemerdekaan sudah memihak kami?
Dimana langkah kami belajar, menuju gedung sekolah pun masih terbatasi
Ditahan bayaran pangkal yang sudah berapa juta sendiri
Satu, dua, tiga, mungkin ribuan distruksi
Walau kami tahu betapa tingginya sudah, gaji guru kami saat ini.
Jangan jadikan kami buruh tuli dalam keterbatasan ini
Atau kerena ketidak sanggupan kami membiayai pendidikan kami
Buku –buku kami, tugas lks kami, seragam kami, dan biaya spp yang meniggi
Ataukah memang kami dicetak begini
Diantara putra simampu dan putra sikaya yang melaju dengan pendidikan tinggi
Derap denting suara para pencari
Melangkah dengan bias diatas kertas putih
Yang mungkin tesendat atau bahkan melayu..
Berburu dan mengumpal dipuncak gunung es
Bernyanyi – nyanyi diatas buaian
Tapi siap memberi kesegaran disaat matahari bersinar
Suara Para pencari, berjuang untuk kembali
Kembali untuk kejayaam negeri
Kembali merajut Nasionalisme yang mulai berlubang dikanan dan kiri
Kembali menaikkan martabat negeri yang hampir hilang ditelan krisis multi dimensi
Sinar Cahaya Para Pencari, Putera – Puteri Ibu Pertiwi
Telah mengartikan..
Kemerdekaan bagi kami, adalah masuk tanpa terjebak lagi
Kemerdekaan bagi kami adalah tersenyum dalam demokrasi
Kemerdekaan bagi kami adalah tanpa diskriminasi, tanpa intimidasi dan tanpa eksploitasi
Kemerdekaan Bagi kami adalah tiada lagi anarki
Kemerdekaan bagi kami adalah adanya keadilan hukum dan ekonomi pemerataan
Kemerdekaan bagi kami adalah cinta dalam sentuhan..
INSAN FAKIR
13.25 |
Selambai cinta diantara kisah
Senebar perasaan dalam bawaan kehidupan
Tatkala sigagap bercerita pada semesta
Tentang persoalan kehidupan yang penuh tandatanya
Apakah aku hidup hanya untuk seperti ini
Hanya dijadikan gelembung air sabun
Bukankah kau ciptakan aku sebagai seorang kholifah
Tapi kenapa alam memperlakukanku seperti anak jadah
Aku tidak ingin hidup hanya menanti
Aku ingin hidup dengan mencari'
Tapi kenapa jalanku semakin sempit
Semakin aku melangkah semakin aku teraniaya
Tuhan jelaskan padaku tentang tanda-tanda-Mu
Ketika saat ini imanku teguh kepadamu
Karna aku takut iman ini semakin melemah
Seiring cobaan yang bertubi tubi pada diri..
Ya robb.. tunjukkan cahaya padaku..
Berikan tanda untuk kesempurnaan diriku..
Ya Allah.. aku hanya insan lemah yang butuh belaian kasih dariMu..
Jeritanku.. ratapanku.. hanya untuk satu.. mohon petunjukMu
dalam mengarungi hidupku...
Senebar perasaan dalam bawaan kehidupan
Tatkala sigagap bercerita pada semesta
Tentang persoalan kehidupan yang penuh tandatanya
Apakah aku hidup hanya untuk seperti ini
Hanya dijadikan gelembung air sabun
Bukankah kau ciptakan aku sebagai seorang kholifah
Tapi kenapa alam memperlakukanku seperti anak jadah
Aku tidak ingin hidup hanya menanti
Aku ingin hidup dengan mencari'
Tapi kenapa jalanku semakin sempit
Semakin aku melangkah semakin aku teraniaya
Tuhan jelaskan padaku tentang tanda-tanda-Mu
Ketika saat ini imanku teguh kepadamu
Karna aku takut iman ini semakin melemah
Seiring cobaan yang bertubi tubi pada diri..
Ya robb.. tunjukkan cahaya padaku..
Berikan tanda untuk kesempurnaan diriku..
Ya Allah.. aku hanya insan lemah yang butuh belaian kasih dariMu..
Jeritanku.. ratapanku.. hanya untuk satu.. mohon petunjukMu
dalam mengarungi hidupku...
BUIH PENYINGKAP TABIR
13.17 |
Buih yang digiring dari tengah samudra pun terhisap pasir pantai
Buih yang menyembur bersama kekuatan emosimu
Mendekat menyingkap segala tabir yang tertimbun
Bersama gelombang kejujuran tanpa semu
Tabir yang tersimpan ayu
Telah mengorek seluruh rasa yang ada
Hanyutkan nafas dengan terengah-engah
Mendera berhias, bergetar pada darah yang terasa beku
Kisah para pelontar fitnah
Kisah para pengintimidasi
Kisah bau bangkai curut liar
Kisah para monyet bermuka dua
Habis sudah terbasuh, tersingkap pada buih-buih pembuka tabir
Tirai kehidupan yang nyaman, mendadak sirna
Tersudut oleh saksi
Membenamkan diri pada rasa malu yang tersi'ar
Buih penyingkap tabir
Lestari bersama kebesaran tuhan
Buih penyingkap tabir
Bersemi dalam misteri alam.
KOSONG
12.36 |
Sajak ini kubuat di kala aku lelah
Sebuah cita-rasa pengabdian yang membungkus tulus
Diantara celoteh bibir hembusan nafas ini
Mungkin ini bagian tanda keihlasan setiap desah
Saat ini aku berusaha terus bergerak
Walau diiringi alunan nada-nada tak bijak
Dentuman suara –suara lengking mengusik
Sampai telinga ini begitu kebal pada derik-derik yang tak asyik
Kulakukan semua ini tanpa imbalan
Bersandar beningnya dasar pengabdian
Di atas lintas cahaya yang membungkus pada sesuatu yang kuanggap punya arti
Dari ribuan kisah perjalanan separuh umur ini
Dari ribuan kisah perjalanan separuh umur ini
kuyakini pada satu hak diantara persamaan kehidupan
kuhibur diri bahwa mereka tiada beda
mereka dan dia adalah hamba tiada beda denganku
begitupun aku hanyalah hamba tiada beda dengan mereka
Ketika diri ini berada ditengah keacuhan
Berharap kebaikan mendukung dari arti doa dan keikhlasan
Berharap kebaikan datang dari Pencipta Alam.
Hati, Jiwa dan raga ini bersujud hanya kepadaMu
Kepada kedua hambaMu yang telah melahirkanku
Kepada kedua hambaMu yang telah melahirkanku
Diri ini berusaha mengikuti jejak utusan-Mu
Jejak para pewaris utusan-Mu
Jejak para guru yang telah memberikan ilmu-ilmu-Mu kepadaku
Tiada tertunduk untuk selain itu...
Dalam lingkaran kepemilikanmu Tuhanku..
Tak berharap dari siapapun
Karna Engkau Tuhan Semesta Alam
Baik atau buruk, besar atau kecil, tua atau muda semua adalah kosong
Kaya atau miskin, jelek ataupun baik semua adalah kosong
Karena semua Tiada berjalan tanpa KehendakMu
Semua takkan terjadi tanpa ijinMu
Aku begini karena kehendak-Mu ya Allah.
Aku begini karena ijin-Mu ya Rabbi..
Aku begini dan saat ini karena Pemberian-Mu, Wahai Tuhan Semesta Alam.
Aku begini dan saat ini karena Kasih dan sayang-Mu
Aku begini dan saat ini! Segala Puji untuk-Mu.
Saat aku bernafas karna Engkau yang memberi nafas, maka akan kuhirup
udara ini dengan syukurku
Saat aku berjalan karna Engkau yang memberi kaki , maka akan kujalankan
dengan semangat dan syukurku
Saat ini aku berfikir karna Engkau yang memberi otak dan hati ini
sebagai pembimbingnya, maka akan kuajak berfikir otakku kearah kebaikan untuk
semua.
Saat ini aku bersemangat karna Engkaulah yang memberikan jiwa pejuang dalam darahku, maka akan kuhadapi
tantangan kehidupan dunia ini hanya kerenaMu
Sesungguhnya keselamatanku, keyakinanku, semangat
hidupku, kepasrahan mautku hanya untuk-Mu.
Langganan:
Komentar (Atom)








