Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

TEROPONG

Sajak ini tertumpu dan terus mengalun
menyeruak dengan suara yang  keras dan cadas.
seolah diburu lebai yang mendayu jelas terkumandang
merajut, menuntut batasan demi batasan

Akankah semua arus itu akan tetap mengalir
atau berhenti dan berlanjut dalam kebuntuan
dilema dan prahara
teropongkan nasip seintip

Nasip ini bukanlah nasip semua umat
yang menjinjit sakit, terbentur keras dan cadas

Biarlah berjalan walau tanpa perhitungan
benturkan stigma ini pada misteri ilahi.

Atau pada teropong nasip yang merayap mencari satu jawaban
dalam ruang misteri essensi kehidupan
kan kuraba dengan hatiku
kan kujalani dengan tekatku
walau sering menjinjit sakit terbentur keras dan cadas

Teropong nasib yang mengintip dari ribuan pertanyaan
Teropong nasib yang mengintip dari ribuan harapan
Teopong nasib yang mengintip mencari jawaban
teropong nasibyang mengintip perjalanan panjang  kehidupan
by. af futhaki; Jakarta, 15 Januari 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

EVIDENSI

Hari itu adalah kaca
Cermin dari ruang peka
Dalam waktu tanpa ilusi
Menatap penuh pada kejelasan

Ruang yang terus bertambah pengap ini
Tiada toleransi walau sebiji
Hanya mampu tuk jelajahi waktu
Yang terus memandu pilu

Mandeg tanpa denting
Menunggu lampaui batasan waktu
Pada guncangan rana kehidupan
menopang butiran rasa yang terpendam

Mampukah mata ini menatap
Tatkala banyak hal terungkap
Dan terus meminta jawab
Pada angka-angka tepat.

Butiran – butiran kasih
Butiran – butiran cinta

Menguap ataukah merapat
Terhambur ataukah membaur

Evidensi perjalanan yang aman
Mampu menepis segala keraguan
Melirikpun tanpa intrik, berbisikpun tanpa sirik

Terindahkan senyaman berayun dalam keyakinan

by. af futhaki; Jakarta, 15 Januari 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CERMIN DI TROTOAR

   Langkah zig zag pada jalan berukur


satu dua meter lajur membentang panjang
diatas susunan paving segi enam
setiakan ribuan yang lain berjalan bergantian

kelelahan ini sejenak mengkontemplasikan diri
pada rundung kegalauan yang mendalam.., seketika itu
aku seperti melihat ratusan kilatan menawarkan
ruang keindahan dalam setiap helaian nafas.

mereka dan arah masa depan
kemana kan temukan jalan terbaik 
pada setiap langkah yang bergulat debu
dalam kerasnya lantai trotoar, disambut terik matahari

mobil mewah bergantian lalu lalang
gelandangan pengemispun tak mau kalah 
dengan arus kesibukan
para cukong dan perampok negeri

satu sisi mencari koin penyambung hidup
disisi lain sibuk mengoleksi dolar
dengan dalih persempit laju inflasi
mencari kenyaman sampai generasi ke tujuh

rasa sosial dan perhatian negeri tercermin dari trotoar
kepada mereka para pengemis jalanan
meluapkan segala hipotesa tentang keserakahan manusia
yang terus memerahkan mata kumuh mereka
dalam pikiran dan kegalauan seorang manusia

aku ingin negeriku bersih dari kesenggangan sosial
aku ingin negeriku tegas mensikapi semua mediokritas kehidupan
dimana fakir miskin dan anak yatim, anak-anak terlantar adalah 
tanggung jawab negara.., karena indonesiaku aku yakin mampu

pertegaslah hukuman bagi mereka para perampok negara
bukan demi siapa
tapi demi keadilan bangsa Indonesia
disini, di trotoar aku bicara sebagai rakyat Indonesia

af futhaki; Jakarta, 15 Januari 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SENANDUNG FATYA ELANG

Terbanglah elang, terbanglah! 
terbangkan hidup seiring kering 
berputar dan kejarlah  
bersama penghantar ribuan denting 

Keyakinan membulat 
menghantar harapan yang tertimbun
membenamkan titik-titik yang mulai tak terukur  
diburu bayang tuntutan kesadaran dalam alur

Abaikan saja semua dan bermanjalah diatas ayunan jalan lurus
pada bayang yang  kuat berdiri mendampingi 
walau cita tinggal sekedar cita
sekecil sekurus teri.

fatya elang bermunajat-lah dalam senandung lirih
berfikirlah dalam tatapan jernih 

menyatulah  pada jiwa alam raya
bersiulah dan bersenandung dalam rasa


Fatya elang adalah kesatria
Membahana Menerpa riuh angin badai sahara
Membawa  jati diri pada kebenaran yang hakiki...
by. af futhaki; Jakarta, 15 Januari 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS