Mutiaraku tergantung indah
Diatas kelopak penuh warna
Sebiduk menghalau namun tiada rebah
Berlinangkan bahagia akan kisah asmara
Kujatuhkan sudah semua angan ini, tanpa keputus-asaan
Kutampakan jelas pada siulan
Berpetuah menguap berakar tanpa sela
Jujur aku hanya bisa bercerita mengenang merdu damaikan jiwa
Widya panca pesona
Kenapa kau riuhkan hasrat para pujangga
Yang sedang ragu mengusap paceklik rasa
Kembali bergairah diuntai hasutan gita cinta
Widya panca pesona
Aku sudah pernah terombang-ambing
Menghirup semua aroma
Pada wewangian kearifan sepi
Jangan kau tampakkan wujud kesemuan
Seiring hilangnya panca pesonamu
Tapi gantilah dengan ikatan yang semakin kuat
Menggeliat membimbing titik trauma kegalauan jiwa
Kuungkap sudah semua danau kisah lama
Dalam endapan butiran air mata ini
Aku rela bertasbih khusuk diatas bukit penyesalan
Berharap hembusan aura cinta yang terus berkelindan
WIDYA PANCA PESONA
13.47 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar